Posts

Pohon Cinta

Bukan bercerita untuk berbangga, bukan pula berbagi untuk dikasihani. Namun dalam hidup, ada kalanya kita butuh melihat suatu peristiwa dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Menerima perbedaan sebagai keindahan, bukan sebagai permasalahan. Aku mungkin belum cukup dewasa untuk memahami semua realitas kehidupan, tapi setidaknya aku masih terus belajar. Tidak hanya bicara tapi juga mendengar. Melihat dan merasakan. Bicara soal cinta. Ada 4 hal yang dapat menjaganya menjadi sejati. Saling percaya, saling tolong-menolong, saling komitmen, saling memaafkan. Saling percaya. Sudah jelas, ini adalah landasan dasar, utama dan pertama dalam sebuah hubungan. Ibarat sebuah pohon, kepercayaan adalah akarnya. Tanpa kepercayaan, sebuah hubungan akan mati. Hal terbesar yang harus diperhatikan semua pasangan adalah menjaga dan memupuk kepercayaan satu sama lain. Jika akarnya sudah kokoh, tentu sangat sulit untuk merusak apalagi membunuh rasa cinta yang di konotasikan dengan ...

Untuk suami masa depanku

Just a little letter @feb 2015 Kuabadikan perasaanku saat ini pada secarik kertas yang lusuh oleh airmata ku. Dibantu polesan tinta yang mulai mengering pada tiap sudutnya. Tak berarti bagimu, mungkin. Tapi tak mengapa, aku hanya ingin menumpahkan rasa yang kian menggelembung dalam hatiku. Ini tulisan tentang hati yang baru saja terluka sebab kisah cinta yang kembali kandas. Aku masih ingat betapa hari” ku terasa begitu panjang. Siangku begitu menyengat. Namun malamku selalu begitu beku. Kedua bola mataku dengan mudahnya mengeluarkan butiran air, bahkan ketika mulutku tak sanggup berucap. Goresan ini terlalu dalam menusuk tepat di tengah hatiku. Menimbulkan sakit yang tak terperi disertai trauma berkepanjangan. Aku tidak melebih-lebihkan sedikitpun, inilah adanya yang kurasa. Jika kau bertanya, sulitkah bagiku menyembuhkan nya? Memang kufikir akan butuh waktu yang teramat lama. Bahkan mengharuskanku melewati lorong kesunyian tak bertepi. Pekat dan hampa. ...

Terimakasih Tuhan

Doaku dulu @2013 Terimakasih Tuhan, Engkau telah menjawab doa yang sekian lama kulantunkan dalam irama penuh harap kepada Mu. Engkau hadirkan ia untukku. Menemaniku, selamanya. Dengan segala cinta kasih yang kau semai dalam hati kami. Terimakasih Tuhan, Kau menanamkan rasa cinta yang begitu indah padanya, untukku. Meski butuh waktu lama dan proses yang cukup melelahkan dalam meyakininya. Kau hiasi kasihnya dengan keikhlasan yang tangguh dan Kau menghendaki ia menyayangiku dengan ketulusan yang luar biasa. Sehingga ia dapat begitu sabar menghadapi segala tingkahku yang menjemukannya. Terimakasih karena Kau memberi kesempatan bagiku untuk membalas cintanya. Aku berjanji, atas izin Mu tidak akan menyia-nyiakan nya, kado terindah di sepanjang kehidupanku. Engkau Maha Mengetahui bahwa aku begitu mencintainya. Meski seringkali, egoisme dan sifat kekanakanku yang mendominasi latar belakang pola pikir dan akal sehatku. Atau terkadang, ucapan dan perlakuan tidak pantas yang ia teri...

Bersamamu

Asaku dulu @2013 Aku tak pernah tau sejak kapan rasa ini mulai ada, yang jelas aku mulai tersadar  dari mimpi buruk yang selama ini menghantui alam bawah sadarku. Terbangun dan mendapati dirimu ada disisiku. Melukiskan warna baru dalam benang impianku yang sempat kusut, tak terajut. Perlahan kutemukan kepingan asa yang mulai memudar, sedikit demi sedikit kembali k urangkai dalam irama penuh harap yang kulantunkan. Bersamamu. Aku merasakan senyum tulusku menghiasi hari-hariku yang sempat kelabu. Kau menuntun kebahagiaan menemukanku, setelah sekian lama aku terkurung dalam penjara kehampaan yang mungkin tanpa sengaja kubuat sendiri. Dihinggapi kebencian dan egoisme yang tinggi. Kini aku mendapati diriku menuju arah dan tempat yang lebih baik. Bersamamu. Meski tak selamanya mentari mencerahkan dunia kita, disambut burung yang berkicau merdu. Atau langit dihiasi bulan purnama serta jutaan kerlip bintang2. Namun perjalanan harus tetap kita tempuh, sampai garis finish yang s...

Tentang kita

Lukisan hatiku @2013 Ini bukan dongeng. Bukan cerita dalam pelajaran mengarang. Bukan pula spekulasi. Sebab ketiganya bukanlah keahlianku. Ini hanyalah sebuah tulisan sederhana yang tertuang dari hati. Walau nyatanya memang terlalu sulit untuk menuliskan apa yang ada di benakku saat ini. Tentang aku. Tentang kamu. Tentang kita. Aku.. Perempuan biasa. Tidak ada yang istimewa dalam kisah cintaku selama sembilan belas tahun pertama sejak aku dapat melihat dunia. Mengenal beberapa orang pria yang hanya bisa menorehkan luka di hatiku. Mengikis kepercayaan dalam konteks asmara yang semula utuh. Kini semakin rapuh seirama dengan langkah kaki dan desah nafas yang kuhembuskan. Mungkin bagi beberapa orang tertentu adalah mudah untuk melupakan kisah pahit di masa lalu sembari menanti masa depan yang indah dengan senyuman. Lain halnya bagiku. Aku banyak mengalami kesulitan untuk memulihkan kembali semuanya. Itulah mengapa seringkali aku berkata “tidak” pada ajakan para pria yang berusah...